AKSEYNA AHAS DORI - MAHAS1SWA YANG M4TI SECARA TAK WAJ4R


 Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI (Universitas Indonesia) falkutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga pada tanggal 26 Maret 2015. Ia ditemukan tewas mengenakan baju hitam lengan panjang dan tas cokelat. 

Gimana sih ceritanya orang jenius bisa meninggal di danau? Yuk kita bahas lebih lanjut.

MASA KECIL AKSEYNA 


Akseyna lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Juni 1996, anak kedua dari empat bersaudara. Ia dikenal sebagai anak yang pandai, mendapatkan nilai sempurna saat UN matpel Matematika di tingkat SMP. Pada masa remaja, ia lulus toefl dengan nilai cukup tinggi. Ia juga ikut dalam olimpiade Biologi.


AKSEYNA DIBUNUH?  


Pada awalnya, Akseyna yang kerap disapa Ace ini dianggap bunuh diri, namun setelah surat peninggalannya beredar di Sosial Media, polisi menganggap ini sebagai kasus pembunuhan. Ditambah juga, ia ditemukan tewas sambil mengenakan tas ransel berisikan 14 KG paving block. Bukannya seharusnya orang bunuh diri tidak perlu membawa paving block di tas nya?

KRONOLOGI


21 Maret 2015, Ace masih melakukan kontak dengan keluarganya di Yogyakarta selama kuliah. Ace dan ibunya membahas untuk membeli sepeda (sebagai alat transportasi dari kos menuju UI) 


25 Maret 2015, ibu Ace menelpon Ace untuk menanyakan tentang sepeda, namun beliau sama sekali tidak mendapatkan respon. Chat dan SMS nya tidak terkirim. 


26 Maret 2015, pagi itu cuacanya kurang bersahabat (hujan gerimis). UI digemparkan dengan jazad tanpa identitas di Danau Kenanga, Universitas Indonesia ditemukan oleh mahasiswa. 

Pihak kepolisian belum menemukan identitas korban dan memberi dugaan bahwa korban tenggelam sejak tanggal 24 Maret 2015.

29 Maret 2015, keluarga Ace cemas karena tidak mendapatkan kabar sama sekali, maka orang tua Ace meminta om dan tante Ace untuk mendatangi Ace di kosnya. Mereka berusaha masuk di kamar kos yang terkunci, tapi mereka tidak diberi kunci cadangan oleh penjaga kos. 


Tiba-tiba pukul 21.03 WIB, HP Ace kembali aktif, SMS dan chat ibu Ace terkirim. Ibu Ace langsung memutuskan menelpon Ace, namun bukan Ace yang menjawab, melainkan teman dekatnya, Jibril.


Ternyata pada malam itu, Jibril menginap di kamar kos Ace karena ia mencari Ace. Keluarga Ace semakin khawatir.


30 Maret 2015, ayah Ace memutuskan ke Jakarta untuk mencari informasi lebih lanjut. Ia menuju ke falkutas Biologi, menemukan dua pengajar dan teman dekat Ace. Salah seorang temannya memberikan surat yang ditemukan di kamar kos Ace. Surat inilah menjadi salah satu bukti. 


Berkat surat inilah, jazad berhasil diintentifikasi oleh pihak kepolisian sebagai Akseyna Ahad Dori.

Pada saat itu, Ace diduga tewas bunuh diri karena mengalami depresi karena tidak berhasil mengikuti kejuaraan Olimpiade nasional padahal sebelumnya ia berhasil menjuarai tingkat regional. Mungkin beberapa dari kalian mikir, 'cuma gitu aja kok depresi' but, everyone has their own preassure.

Sekarang kita akan lihat isi suratnya, nih.

"Will not return for eternity
Please dont search for existence
My apologise for everything." 

Artinya, tidak akan kembali untuk selamanya, tolong jangan mencari keberadaan, saya minta maaf untuk semuanya.
Isi suratnya itu banyak kejanggalannya, bagaimana bisa? 

Seorang grafolog menduga bahwa surat ini ditulis dua orang yang berbeda. Karena setelah dicocokan dengan tulisan tangan Ace, kemiringan tulisan dari Ace biasanya diagonal kekanan, sedangkan beberapa tulisan terlihat vertikal.

Jadi tulisannya Ace ini agak ke kanan sedikit tapi ada beberapa yang agak lurus keatas.

Memang 90% ditulis langsung oleh Ace, namun 10% nya ditulis oleh orang lain. Ditemukan juga beberapa kata 'never' diganti menjadi 'not', 'Ever' menjadi 'eternity' dan kata 'me' menjadi 'existence'
Kata-kata for tersebut, ketiganya berbeda-beda. Tulisan existence dan beberapa kata lainnya memiliki kemiringan yang mencolok. Tanda tangan di surat tersebut juga tidak persis seperti tanda tangan Ace di KTP ataupun e-KTP. 

Bahasa inggris yang digunakan pun tidak beraturan, padahal Ace dikenal memiliki kemampuan bahasa inggris yang cukup baik (terbiasa membaca jurnal dalam bahasa inggris, membaca novel inggris, menonton film inggris tanpa subtitle).

Source: Youtube
Dalam surat yang pendek itu, terdapat beberapa kesalahan dan bahasa yang terkesan kaku dan kurang kalut. Tidak seperti surat orang bunuh diri. Karena biasanya jika orang depresi meninggalkan pesan berisi kata-kata sedih, negatif, putus asa.

Diduga, ada orang yang berusaha menutupi kasus ini, membuat alibi seakan-akan ia bunuh diri.
Danau Kenanga ini kedalamannya hanya 1,5m sedangkan Ace tingginya 1,7m. Janggal kan? Apalagi dia juga jago berenang. Biasanya orang yang mau bunuh diri akan melakukannya dengan langsung, seperti memotong nadi, minum obat-obatan sampai overdosis, sampai gantung diri.

BARANG BUKTI 

— Ditemukan sepasang sepatu Ace yang bagian belakangnya sobek, diduga diseret oleh 'pelaku'. 
— Ditemukan luka lebam dibagian kening, bibir, telinga, atas alis, dada. 

Diduga pelaku menganiaya Ace hingga tak sadarkan diri lalu diseret dan ditenggelamkan di Danau Kenanga. Bahkan diduga ia belum meninggal saat ditenggelamkan.

Disebabkan karna saat autopsi, tidak ditemukan organisme danau di paru-parunya, sedangkan di paru-parunya hanya ditemukan pasir dan air, tidak ditemukan zat kimia seperti alkohol.
PELAKU MENGETAHUI BAIK TATA LETAK UI? 

Mungkin ada yang nanya, ga ada CCTV emang disitu? Ada, tapi tidak mengarah ke lokasi ditemukannya mayat karena biasanya ada patroli penjaga tiap satu jam sekali akan keliling. Akses ditutup jam 11 malam. 

Saat Ace ditenggelamkan, kondisi Danau Kenanga tidak seramai biasanya, karena saat itu sedang hujan lebat.

PENYEBAB KASUS BELUM TERPECAHKAN 

1) Awalnya kasus bunuh diri
Menyebabkan polisi telat untuk memberikan garis polisi di TKP, alhasil TKP menjadi rusak akibat warga banyak yang berdatangan. Telat juga memasang garis polisi di kos Ace, sehingga tata letak tiap barang sudah tidak lagi original. HP dan Laptop miliknya sudah diakses oleh orang-orang.

2) Jeda penemuan identitas jazad
Indentitas jazad ditemukan 4 hari setelah ia ditemukan tewas. Itu memberikan peluang kepada pelaku untuk menghilangkan barang bukti.
Nah, menurut saya ini bagian paling ngerinya nih, pas liat langsung merinding wkwk. 

3 bulan setelah tewasnya Ace tepatnya tanggal 10 Juli 2015, akun Twitternya kembali aktif.
Pada tanggal 11 Juli 2015, tepatnya pukul 11.33, muncul lagi tweet dari oknum 'R'. 

Serem ga sih? Menurut saya nih, kata 'kalian' bisa jadi pelakunya bukan satu orang? 🤡

Dua tahun kemudian, tepatnya tanggal 14 November 2017, akun twitter Ace kembali aktif lagi! Gatau ya ini si R yang nge-tweet atau bukan. But this gave me goosebumps. 

Menurut kalian gimana nih? Isi saat saya kasih board ya.

Akhir tahun 2019, seorang pria memberikan foto dalam flashdisk kepada ayah Ace. Isinya berisi potretan tanggal 24 Maret 2015 (foto-foto di Danau Kenanga).

Foto-foto itu diambil saat pria tersebut sedang bersepeda menuju ke perpustakaan. Tertangkaplah gambar yang mencurigakan, terdapat dua orang laki-laki yang duduk di dekat danau pada waktu yang tidak biasa orang-orang berada dilokasi tersebut.
Sayangnya nih, kualitas fotonya kurang bagus, saat di zoom gambarnya malah pecah.

Jadi sebenarnya, Ace meninggal pada tanggal 24 Maret 2015 dan ditemukan tanggal 26 Maret 2015.

Tetapi di tahun 2020, kepolisian sudah merencanakan bahwa ini adalah tahun keadilan, 13 kasus akan dituntaskan, termasuk kasus Akseyna Ahad Dori. 

Semoga aja ketemu ya pelakunya, kasian 5 tahun keluarga Ace belum diberi kepastian.

Beberapa komentar orang tentang pendapat mereka. Ada juga teori (pojok kiri atas), 'pengelihatan di mimpi' (pojok kiri bawah) menurut saya itu bisa jadi benar bisa jadi salah. Dan yang paling mengharukan itu bagian pojok kanan bawah, he would researching abt the covid-19, if he were still alived.

we lost one of the great successors to the nation.

Cukup sekian dari saya,dan tidurlah dengan nyenyak :)

Oiya btw kalo ada saran materi,sharing aja di komentar oke?





Comments

Popular posts from this blog

Gove confirms mandatory housebuilding targets for councils will be abolished in face of Tory rebellion – UK politics live

Kotak Mahindra Bank Recruitment 2022 Released for Graduate Candidates And Apply Online