KISAH HILANGNYA KELUARGA MARSINI! - Temanggung utara 1930
Di suatu daerah desa, di Temanggung paling utara, ada urban legend yg berkembang di masyarakatnya yaitu hantu keluarga Marsini, yg sering muncul di sepetak tanah sekira 500m luasnya, yg mana tanah itu dulunya adalah bekas rumah dari keluarga marsini. Yg mana hanya tinggal puing2.
sekitar tahun 90an, hantu keluarga marsini ini sempat gempar karena meneror warga desa, dan atas saran dari sesepuh/orang pintar puing2 rumah itu dihancurkan, memang setelah itu dihancurkan hantu keluarga marsini itu sudah tak lagi "terlalu" mengganggu.
Walau masih saja tetap menunjukkan eksistensinya tapi dengan gaya yg berbeda, yg lebih menarik disini bukanlah hantu atau terornya, tapi cerita dibaliknya, atau sebab mengapa "Keluarga marsini" ini menjadi lelembut dan menghantui daerah itu.
Karena konon dari cerita turun temurun warga desa itu, marsini dan keluarganya menghilang begitu saja dari rumahnya, jasadnya pun tidak pernah ditemukan, jadi bagaimana cara mereka mati, hanya Tuhan yg tau. Banyak sih rumor yg berkembang tentang sebab2 hilangnya keluarga marsini.
Dari dirampok, diculik dan mayatnya dibuang entah kemana, tapi rumor yg paling populer adalah "Keluarga marsini di tumbalkan" , karena konon kekayaan keluarga marsini adalah hasil dari memuja iblis, dan sepertinya batas akhirnya mereka harus ikut sang iblis.
Warga nampaknya lebih percaya rumor itu, karena itu adalah analisa dari sesepuh desa/orang pintar waktu itu (tahun 90an) yg memberi saran untuk menghancurkan puing2 rumah keluarga marsini, agar tak lagi menteror warga desa.
Oke, kita mulai dari sejarahnya dulu, jadi cerita ini bersumber dari "Sesepuh desa/orang pintar" yg menangani teror hantu keluarga marsini di tahun 1990 dulu, yaitu mbah Ramlan. Dengan kaca mata spiritualnya beliau mencoba menceritakan
Semasa hidupnya keluarga Marsini, untuk keakuratan dan kebenaranya Allahualam, tapi bagi saya analisa mbah Ramlan ini cukup menarik.
Kita mundur di tahun 1930an, jadi kala itu ada salah satu penduduk desa yg bernama marsini, dia adalah janda beranak 2, dulu keluarga marsini hidup berkecukupan sampai akhirnya suami marsini meninggal dunia.
Karena notabene marsini hanyalah ibu rumah tangga yg tidak bekerja, sepeninggal suaminya perekonomian keluarga marsini pelan2 mulai menurun, dia mulai menjual harta bendanya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dari sawah, ladang, ternak perlahan harta bendanya pun mulai habis, dan sampai pada titik dia harus menjual rumahnya, dan pindah kerumah yg lebih kecil tapi tetap di wilayah yg sama.
Dirumah barunya ini keluarga marsini semakin terlunta-lunta tentunya,karena mau tidak mau mereka harus makan, dan tidak ada lagi harta benda yg bisa dijual lagi. Tapi untungnya untuk seukuran janda, marsini tergolong masih cantik.
Tapi sayangnya dia adalah orang yg pemalas, diapun menghidupi keluarganya dengan menjadi "Gundik" atau wanita simpanan untuk para pria-pria kaya dan hidung belang. Dia berpindah dari satu pria ke pria lain.
Singkat cerita Sampai akhirnya dia bertemu seorang duda kaya raya, sebut saja "Cokro", dan dari situ marsini memutuskan untuk berhenti menjadi Gundik, dan Merekapun menikah, disini hidup glamor keluarga marsini terselamatkan.
Rumah petak kecil itupun di bangunnya kembali menjadi rumah yg megah, keluarga marsini kembali hidup makmur setidaknya setelah marsini menikah dengan Cokro, mereka menjadi keluarga yg kaya raya, bahkan marsini bisa dibilang lebih kaya dari sebelumnya.
Tapi yg aneh menurut orang sekitar adalah, mereka tidak pernah tahu apa pekerjaan cokro, karena sangat tidak jelas, tau-tau udah kaya raya gitu aja.. Sampai akhirnya banyak rumor2 beredar kalo mereka pesugihan.
Walau mungkin warga sekitar curiga, tapi mereka tetap segan karena keluarga marsini dikenal cukup baik dan dermawan, suka membantu orang disekitarnya.
Keluarga marsini hidup makmur setidaknya untuk 1 - 2 dekade.
Sampai akhirnya disuatu hari, keluarga marsini mengadakan pesta "Tedak siten" (tradisi jawa untuk bayi saat pertama kalinya menginjakkan kakinya di tanah, biasanya di usia 7 bulan). Untuk anaknya yg kedua,
Singkat cerita acara berjalan lancar, banyak warga yg ikut datang di acara "tedak siten" itu, tapi beberapa saat setelah acara selesai, dan warga sudah pulang semuaterjadi hujan deras disertai angin kencang.
Dan petir merobohkan sebagian rumah marsini, hingga terbakar, sesaat setelah hujan reda, warga mulai berdatangan untuk membantu keluarga marsini. Tapi setelah di cek, Cokro, marsini dan kedua anaknya tidak ada, lenyap.
Bahkan kalau mereka semua mati, tidak ada satu jasadpun ditemukan "Sampai sekarang", bertahun berlalu rumah keluarga marsini tak terjamah, menjadi rumah kosong dan berhantu. Sampai akhirnya di tahun 1990 ..
Temanggung Paling Utara 1990,
Rumah keluarga Marsini tinggal puing2 tanpa atap kala itu, dengan luas kira2 500m, walau dijuluki sebagai rumah hantu, tidak bisa dibuktikan dengan pasti siapa orang yg pernah melihat penampakan / gangguan gaib di sana. Semua masih sebatas "Katanya"
Rumah ini dikelilingi oleh pohon2 albasia dan sepetak jalan tikus di belakang desa, menjadi rute berjalan warga yg hendak berkebun ataupun bersawah, tepat di pojok belakang bekas pekarangan mungkin, ada 1 sumur tua, yg mana katanya itu adalah sumber air rumah itu.
Tidak ada yg aneh dengan sumur itu, kala itu hantu marsini masih hanya menjadi rumor sekedar untuk menakut-nakuti anak2 kecil.
Sampai akhirnya di tahun 90, ada pelebaran jalan di samping rumah itu, yg memaksa harus memangkas sumur itu, sejak itulah hal aneh mulai terjadi.
Ini adalah cerita dari salah satu narasumber yang didapatkan
Nama saya waldono, sy tinggal sekira 3Km dari desa tempat Rumah marsini itu, saya berprofesi sebagai penjahit keliling kala itu di Tahun 90an.
Jalan samping rumah itu, adalah rute biasa saya, dari jaman belum ada pelebaran, sampai akhirnya di suatu hari saya mengalami kejadian yg tidak bisa saya lupakan sampai sekarang, kejadiannya sangat aneh dan tidak masuk akal.
Suatu sore saat sy pulang kerja dan melewati jalan itu, tepat di bekas sumur itu, tiba2 terbesit di pikiran saya " Ahhh memedi opo, ora ono" (Ah hantu apa sih!? Gak ada apa2!!) saya pun berlalu pulang, tidak ada yg terjadi, bahkan bergidik pun tidak!!.
Ke esokan harinya saya berangkat seperti biasa, dan pulang lagi lewat jalan itu, tapi apesnya di perjalanan ban sepeda saya bocor depan belakang, padahal bawaan kain2 pelanggan agak banyak, berat untuk dikayuh, jadi saya menuntunnya pelan melewati jalan itu.
Waktu itu belum begitu petang, baru sekitar jam stengah 5 sore, saya menuntun sepeda melewati bekas sumur itu.. Sekira 5-6 meter ada suara memanggil, "MAS...MAS..MAS!!!" saya menoleh ke belakang, ada ibu2 paruh baya tergopoh2 sambil membawa seikat kain di tangannya.
Jaraknya sangat dekat, datang dari mana orang ini batin saya,
"Pripu bu?"(gimana bu)
Dengan agak marah wanita itu bilang, "Tak undang-undang kita mau lho kok ra mandek-mandek" (Saya panggil-panggil dari tadi kok gak berhenti)
Oh maaf buk, gimana?
"IKI LHO AKU MEH NJAHITKE KLAMBI" (ini lho saya mau jahitin baju) sambil memberikan seikat kain di tangannya) saya ingat sekali kainnya putih lusuh seperti kain kafan, saya buka ikatanya.. "KLAMBI NOPO NIKI BU" (Baju apa ini bu) saya bertanya sambil melihat orang itu..
Tapi belum sampai saya menengadahkan kepala, semuanya menjadi gelap, tiba2 saya berada di tempat entah dimana, hanya ruang gelap, dan perlahan sosok wanita berbaju merah berjalan ke arah saya, tubuh saya terpaku, seperti mimpi..
Sosok itu semakin mendekat..mendekat benar2 dekat dan menarik baju saya..
Dan berkata "IKI AKU MARSINI!! AKU RATAU NING NGENDI-NGENDI!!! AKU ONO NING KENE!!!
(ini aku marsini, aku tidak pernah kemana-mana, aku ada di sini) sosok itu tertawa lirih...
Perlahan ada dua lagi sosok yg muncul satu anak kecil wanita, dan satu lagi wanita sepertinya remaja, aku masih bingung, apa yg sedang terjadi ini!!!! Dan semuanya kembali gelap.. Saya terbangun di tempat yg berbeda.. Saya berada di tengah puing-puing bangunan rumah Marsini.
Langit masih gelap, saya kira itu malam hari.. Sampai akhirnya terdengar adzan subuh, saya yg masih linglung mulai menyadari..sayapun menangis sejadi-jadinya.. Berlari ke tengah desa dan meminta pertolongan..
Itu adalah pengalaman pertama saya dan semoga yg terakhir
Untuk bagian 2 nya masih belum di publish sama si author, kalau udah pasti akan saya post.
Hari ini saya akan post 3 kisah ya guys!,stay tune di blog ini!,saya akan upload sore!
Byee
Comments
Post a Comment
Ask me anything here...